Berkendara tak hanya mementingkan keselamatan diri sendiri, tapi tentunya untuk kepentingan orang banyak.  Oleh sebab itu, penting bagi siapa saja untuk mengetahui tata krama dan hal apa saja yang sepatutnya dihindari dalam berkendara supaya  konsisten memberikan keamanan dan keselamatan bagi siapa saja.

Pentingnya kesadaran defensive driving atau perilaku mengemudi yang memungkinkan pengendara terhindar dari persoalan, baik yang disebabkan oleh orang lain atau diri kita sendiri perlu ditanamkan bagi siapa saja lebih-lebih pengguna kendaraan. Data statistik internasional melaporkan bahwa terjadi 1,5 juta kecelakaan setiap tahunnya, atau lebih dari 4.000 kecelakaan setiap harinya. Memakai tersebut tak dilepas dari kelalaian pengemudi dengan budaya buruknya yang membawa kecelakaan. Lalu budaya apa saja yang sepatutnya dihindari supaya tak terjadi kecelakaan saat berkendara :
Mengisap

Mengisap tak hanya buruk bagi kesehatan bagi perokok aktif dan pasif, mengisap rokok juga dapat memberikan efek buruk untuk konsentrasi lebih-lebih lagi saat mengemudi. Mengisap saat mengemudi dapat membawa pengemudi dan penumpang  dalam situasi yang membahayakan.
Makan dan Minum

Istiadat ini jangan dianggap remeh. Beberapa orang yang mempunyai aktivitas atau pekerjaan yang banyak kadang kala lupa untuk makan dan minum ideal waktu, hingga mereka yang sibuk kadang kala makan dan minum saat berkendara. Memakai tersebut juga mengganggu konsentrasi saat mengemudi mata dan pikirannya tak terfokus sepenuhnya pada apa yang ada disekitar jalan, hingga dapat juga menyebabkan kecelakaan.
Smartphone Penerapan

Padahal hand phone saat mengendarai juga tak disarankan. Pengaruh memakai hands gratis , memakai HP saat berkendara jauh lebih membahayakan ketimbang berkendara saat mabuk. Bahaya pemakaian hand phone saat berkendara tak hanya pada metode  memakainya, tapi lebih pada topik pembicaraan atau apa yang sedang didiskusikan, dibaca, atau didengar pengemudi saat berkendara. Mengonsumsi bahayanya merupakan saat memakai hand phone otak pengemudi dipaksa berdaya upaya hal penting yang dapat memancing emosionil dan lainnya yang dapat membikin salah konsentrasi dan tak konsentrasi saat mengemudi. Penelitian Internasional menampakkan bahwa ber-SMS saat berkendara 6  kali lebih memungkinkan menyebabkan kecelakaan diperbandingkan berkendara saat mabuk. Hampir 23% kecelakaan disebabkan oleh pengemudi yang memakai hand phone saat berkendara. Jadi sebaiknya kita hindari pemakaian hand phone saat berkendara demi keselamatan diri sendiri dan orang banyak.
Minuman Alkohol

Minuman menandung alkohol seperti (Mengonsumsi,Wine,Cocktail, dan sejenisnya) dapat menyebabkan gangguan koordinasi pikiran, penglihatan, kehilangan kesanggupan berdaya upaya secara bening pandangan pengemudi yang mabuk atau mengkonsumsi alkohol menjadi melarikan diri, tak terang, atau salah konsentrasi hingga tak menyadari eksistensi pejalan kaki, kendaraan lain, benda atau bangunan disekitar jalan. Minuman alkohol baik sebelum atau saat berkendara dapat mengurangi kesanggupan bereaksi. Memakai tersebut dapat membikin pengemudi itu sendiri menjadi lambat bereaksi disaat sepatutnya mengerem atau stop, hingga dapat menyebabkan kecelakaan.
Minuman  Obat-obatan Terlarang (NAPZA)

Obat-obatan terlarang atau NAPZA (NArkoba Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya) terang dapat merusak kesehatan dan kehidupan seseorang.  masih ada saja orang-orang yang memakai obat-obatan seperti depressants dapat melemahkan koordinasi metode susunan syaraf sentra. hallucinogens (marijuana, LSD, hashish) dapat mengubah persepsi otak, dan narcotics atau narkotika (heroin, Cocaine, morphine, putauw) dapat melemahkan syaraf reaksi secara kuat. Padahal obat-obatan tersebut dapat merusak system kerja otak dan membawa pengguna berhalusinasi hingga tak pelak terjadi kecelakaan yang sepatutnya dapat dihindari. Indonesia Defensive Driving Center (IDDC) mengatakan bahwa  akibat lingkungan sosial mengambil peran penting dari peristiwa kecelakaan lalu lintas, seperti alkohol dan obat-obatan.