Berdandan telah jadi kebutuhan bagi kebanyakan wanita khususnya di daerah perkotaan. Untuk tetap tampil menawan, retouch bahkan dilakukan berulang kali sebelum keluar rumah atau kendaraan beroda empat. Padatnya aktivitas wanita karir di daerah perkotaan memaksa mereka untuk menjalankan pengerjaan dandan ini dikala mengemudi. Berdandan bahkan membutuhkan langkah panjang dan konsentrasi penuh.


“Umumnya berias ini cukup memakan waktu, meski Anda buru-buru berkeinginan berangkat dan tak ada waktu untuk menghilangkan wajah kantuk yang masih melekat,” ungkap Patricia Katio, Programme Director of Make Up Artistry at Laselle college International dalam arena Indonesia International Motor Show September lalu.

Tetapi, tak banyak waktu yang biasanya tersedia untuk menjalankan pengerjaan berias sehingga banyak yang memilih untuk menjalankannya sambil mengemudi. Walaupun akan ada hal negatif yang dapat muncul dengan berias dikala mengemudi. Patricia mengucapkan bahwa dikala berias sambil mengemudi, konsentrasi akan pecah dan tak akan menjadikan make up yang sempurna. Di samping itu, konsentrasi mengemudi yang berkurang akan membahayakan si pengendara hal yang demikian.

Berdandan dikala berkendara ini biasanya dilakukan dikala jalan sedang macet atau dikala kendaraan beroda empat stop di lampu merah. Aktivitas multitasking ini bahkan sangat populer di Inggris, pasalnya data yang diinfokan dari media nasional di Inggris mencatat sekitar 43 persen pengendara wanita Inggris mengaku sering kali berias sambil berkendara.

Celakanya, kebanyakan pengendara wanita tahu betul bahaya yang dapat ditimbulkan dengan berias sambil berkendara. Mereka juga tak segan-segan memakai kaca pemantau utama sebagai cermin berias supaya lebih praktis. Banyak kasus kecelakaan yang terjadi dari kelalaian manusia. Semisal yakni visual distraction yakni dikala mata pengendara tak tertuju ke jalanan dan terganggu oleh hal lain seperti berias. Ada pula physical distraction yakni ketiga tangan tak ada pada kemudi dan sibuk menjalankan hal lain. Gangguan ini cukup membahayakan karena pengemudi dapat kehilangan kendali akan kemudi dan kurang sigap dikala bermanuver. Kecuali terakhir yakni auditory distraction yang dapat disebabkan oleh suara musik atau suara keras lainnya yang berasal dari dalam maupun luar kendaraan beroda empat.

Akan lebih baik jikalau menghindari berias sambil berkendara dengan menjalankan pengerjaan dandan yang pesat dan singkat. Anda hanya perlu menyiapkan sebagian menit di depan kaca kamar sebelum berangkat dengan memakai 3 in 1 moisturizer, concealer, powder, blush dan lipstick sebagai dasar make up wajah. Nah, barulah setelah sampai kantor Anda dapat menuntaskan penampilan wajah dengan mascara, eyeliner, eyebrow dan eye shadow.

Jikalau itu pemakaian ponsel juga tak diperbolehkan pada dikala menyetir. Pengaplikasian berkeinginan memakai GPS dari handphone, pengemudi sebaiknya memasang holder pada kendaraan beroda empat, supaya pengemudi tetap konsentrasi melihat ke depan.

Jikalau handphone-nya teknologinya nggak masalah, yang masalah dari handphone itu hakekatnya isi pesannya, karena akan berakibat ke pengemudi. Gunakan berkeinginan gunakan GPS juga sebaiknya pasang holder.

Ipung menambahkan, menyetir sebaiknya memakai alas kaki karena melindungi telapak kaki kita, tapi hindari pemakaian alas kaki berhak tinggi. Peletakan sepatu di sekitar ruang pedal juga diukur membahayakan.

 alas kaki tapi jangan yang gunakan hak, karena misal kaca pecah, ada serbuknya kita sibuk bersihin, jikalau gunakan alas kan nggak. Sepatu juga jangan ditaruh di bawah kursi sekitar kaki, sepatu sebaiknya taruh di bagasi atau belakang jangan sekitar kaki itu bahaya.